Tahun 2013: Tahun Darurat Nasional Kejahatan Seksual Anak

Maraknya kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di tanah air Indonesia belakangan ini mendorong Komnas Perlindungan Anak untuk menetapkan tahun 2013 sebagai tahun Darurat Nasional Kejahatan Seksual Anak.  Hanya dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, sudah ada 120 kasus kekerasan pada anak di mana 83 di antaranya adalah kasus kejahatan seksual dan 37 kasus lainnya adalah kekerasan fisik.

Kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak sangat bervariasi, dari kasus siswi SD yang diperkosa ayahnya sendiri hingga meninggal dunia karena penyakit infeksi kemaluan, bocah umur 5 tahun yang disodomi oleh oknum kepolisian sampai siswi SMA yang dilecehkan oleh gurunya. Hal ini sungguh mengerikan karena anak-anak ini dilecehkan bukan oleh orang asing melainkan orang yang mereka kenal dengan cukup baik.

Iblis sedang berusaha menghancurkan generasi muda kita. Apakah kita sebagai anak-anak Tuhan akan tinggal diam saja membiarkan iblis berpesta pora, memporak-porandakan generasi muda? Tidak! Kita harus bersama-sama bangkit dan berdiri bagi generasi ini karena masa depan bangsa dan dunia berada di tangan generasi muda. Lalu apakah yang dapat kita lakukan?

  1. Berdoa Puasa
    Doa puasa sangat besar kuasanya. Di Perjanjian Lama, saat berbagai bangsa hendak menyerang kerajaan Yehuda, Raja “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa” (2 Taw 20:3). Melalui doa puasa, Yehuda merendahkan diri di hadapan Tuhan, meminta pertolongan dan perlindungan dari-Nya. Tuhan pun bersabda melalui hamba-Nya, “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah” (2 Taw 20:15b).

  2. Doa Keliling
    “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa” (Yosua 1:3). Doa keliling adalah suatu tindakan profetik. Kita mengelilingi suatu area sambil berdoa bagi area tersebut. Kita melakukan peperangan rohani dengan penguasa jahat yang berada di area tersebut dan mengambil alih area tersebut bagi Tuhan.   

Pokok-pokok Doa

  • Doakan RTS yang akan diadakan di Bulan Maret, yaitu di Kota Jambi, Manado, Tomohon, Siantar dan Kabanjahe yang akan dihadiri sekitar 20.000 anak muda.
    Komisi Pemuda dan Anak (KPA) GBI Jl. Gatot Subroto
    mengadakan sebuah kegerakan bernama Raising The Standard (RTS) yang berupa seminar untuk membangkitkan anak-anak muda agar menaikkan standar hidupnya dengan hidup kudus, intim dengan Tuhan dan memiliki karakter Kristus di dalam hidup setiap mereka. Mari kita bersama-sama meminta perkenanan dan hadirat Tuhan turun atas seluruh pembicara, fasilitator, usher, pemusik, panitia dan peserta RTS.
  • Berdoa bagi kota dan negeri kita
    Tuhan bersabda di 2 Tawarikh 7:14, “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berjaga untuk kota-kota di seluruh tanah air kita. 

Percayalah, bahwa doa orang benar besar kuasanya. Kita telah dibenarkan oleh darah Yesus dan diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Mari kita ambil dan gunakan otoritas yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk menghentikan dan menggagalkan rencana iblis yang hendak membinasakan generasi muda di bangsa ini. Bangkit dan berdirilah bagi generasi muda! Generasi ini membutuhkanmu.

Healing Quote:

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” (Yesaya 60:1).

TeamPortal (BY)