SUPLEMEN COOL - JAN#3

2 RAHASIA DOA ELIA

 

1 Raja-raja 18:20-40

 

           Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan TUHAN dan ini adalah sesuatu yang luar biasa.  Ada suatu perkenanan yang istimewa bagi mereka yang dikenanNya pada tahun 2012 ini.  Namun kita pula memahami bahwa tahun 2012 juga tahun kegoncangan dan tahun peperangan rohani.  Iblis tidak akan pernah tinggal diam dan akan terus berusaha agar anak-anak TUHAN jatuh dalam kedagingan.  Mau tidak mau, siap atau tidak siap, kita harus menghadapi peperangan rohani.

            Dalam nats yang kita baca, kita belajar dari Firman TUHAN bahwa ada dua rahasia mengapa doa-doa Elia dijawab oleh TUHAN.  Doa-doa Elia adalah doa-doa peperangan rohani.  Ada banyak doa yang dinaikkan Elia, tetapi dalam nats yang telah kita baca, ketika berhadapan dengan nabi-nabi Baal di Karmel, Elia sedang menaikkan doa dalam konteks peperangan rohani.  Apa yang menjadi rahasia doa Elia dijawab oleh TUHAN?

 

1.  Elia menantang nabi-nabi Baal dan Asyera (Doa Peperangan)

            Paradigma (cara pandang) kita dalam melakukan peperangan rohani harus berubah.  Mengapa doa-doa Elia dijawab karena ia berani untuk menantang para nabi Baal dan Asyera yang totalnya mencapai 850 orang (1 Raja 18:19).  Elia berani karena dia tahu persis bahwa ALLAH yang ia sembah jauh lebih besar dari kuasa apapun yang ada di alam semesta ini.  Elia beriman bahwa ALLAH akan membela kehormatan diriNya dan orang-orang yang tetap setia kepadaNya sampai akhir.

            Seringkali di dalam benak pikiran kita bahwa peperangan rohani adalah suatu bentuk perlawanan ketika iblis datang menyerang.  Itu memang tidak salah, tetapi peperangan rohani juga diartikan sebagai tindakan aktif dari pihak kita untuk menyerang kuasa iblis.  Tahun Perkenanan TUHAN itu juga berarti iblis tidak akan pernah tinggal diam untuk menyerang anak-anak TUHAN.  Maka dari itu inilah saatnya justru anak-anak TUHAN yang beriniatif untuk melakukan perlawanan dan menantang iblis: “Hai iblis, dimana sengatmu?”  Tentu perlawanan ini kita lakukan bukan dengan kekuatan kita, namun dengan hikmat dan kuasa daripada ROH KUDUS.

 

            Saudara-saudaraku, ingatlah bahwa kuasa iblis sudah dipatahkan oleh TUHAN YESUS diatas kayu salib.  Iblis memang masih bisa melakukan serangan dalam pertempuran rohani, tetapi ia tidak akan pernah menang dalam peperangan rohani; kuasanya sudah dipatahkan dan haknya sudah dilucuti.  Hadapi iblis dengan kuasa ROH KUDUS, sebagai pemenang dan bukan pecundang. Amin!

2.  Elia memperbaiki Mezbah TUHAN (Doa dalam Unity dan Pengorbanan)

            Kisah Elia di Gunung Karmel ini terjadi diwilayah Kerajaan Israel yang terdiri dari 10 suku Israel.  Sesudah era Raja Salomo, Israel terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Yehuda dengan 2 suku di selatan dan Kerajaan Israel dengan 10 suku di utara.  Karena ulah manusia-lah maka Israel yang tadinya unity terpecah menjadi dua negara.  Namun ketika Elia memperbaiki mezbah TUHAN yang sudah roboh, Elia tidak mendirikannya dengan 10 batu melainkan dengan 12 batu yang melambangkan seluruh suku Israel.  Artinya: dihadapan TUHAN tidak ada yang namanya perpecahan.  Dihadapan TUHAN, doa yang dikenan-Nya adalah doa yang dilakukan secara bersama-sama dalam unity.

            Saudara-saudara COOL, jika berdoa sendiri saja sudah memiliki kuasa yang luarbiasa, bayangkanlah kalau doa itu dilakukan secara bersama-sama secara unity.  TUHAN YESUS sendiri menjamin apabila ada dua-tiga orang saja sepakat (unity) dan berkumpul dalam namaNya, maka apa saja yang mereka kehendaki akan terjadi.  Inilah arti penting kita kumpul bersama dalam COOL dan menaikan doa kita bersama secara sehati, sepakat dan unity.

            Perhatikan juga bagaimana Elia membangun mezbahnya.  Ada korban bakaran dan air yang dicurahkan sampai berlimpah dan banjir disekelilingnya.  Ini berbicara mengenai pengorbanan.  Pengorbanan yang sejati adalah ketika kita mempersembahkan tubuh ini menjadi persembahan yang hidup dan berkenan kepadaNya (Roma 12:1).  Doa kita akan menjadi doa yang berkuasa dan dahsyat saat tubuh ini kita persembahkan kepadaNya.  Air juga berbicara mengenai sesuatu yang mahal.  Doa kita akan menjadi doa yang berkuasa dan dahsyat saat kita juga mempersembahkan sesuatu yang mahal bagi kita dihadapanNya.  Persembahan kita menjadi tanda iman bahwa ALLAH pasti akan memberikan lebih dari apa yang kita miliki saat ini, dan bahwa penyertaan-penjagaan-perawatan-perlindunganNya akan selalu ada atas kita.

            Doa Elia menjadi doa yang berkuasa karena yang menjadi dasar adalah imannya yang tak tergoyahkan kepada TUHAN.  Doa Elia menjadi doa yang berkuasa bukan karena sikap, atau ritual atau lainnya (itu juga penting) tetapi karena Elia tahu bahwa TUHAN tidak akan pernah mempermalukan anak-anakNya, dan TUHAN pasti membela, menjaga dan melindungi anak-anakNya dari semua musuh dan serangan iblis. [CS/2011]