Yoh 17:17-19
Hal kedua yang Kristus minta dalam doa supaya Bapa lakukan bagi kita adalah “menguduskan” kita. Ia berdoa demikian: ”Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran”.
Pikirkan tentang makna kekal dari doa ini. Di saat-saat terakhir sebelum Ia harus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, Kristus menengadah ke langit dan berseru kepada Bapa, ”Kuduskanlah mereka!” Kata menguduskan berarti ”mengkhususkan” atau ”memisahkan”, ”membaktikan” atau ”mempersembahkan” untuk pelayanan yang kudus kepada Allah. Yesus berkata, ”Dan aku menguduskan diri-Ku bagi mereka” (ayat 19). Ia sama sekali tidak berdosa, suci dan tanpa cela oleh dosa atau dunia. ”Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat surga” (Ibr 7:26). Pengudusan-Nya yaitu bahwa Ia memisahkan diri-Nya, mengkhususkan dan mempersembahkan diri-Nya untuk menggenapi maksud ilahi Allah dengan menyerahkan nyawa-Nya sebagai suatu korban yang kudus bagi dosa manusia.
Dalam syafaat-Nya yang sangat intim dengan Bapa demi kepentingan kita, Kristus meminta agar Ia [Bapa] menguduskan kita, memisahkan kita dari dunia. Yesus berkata tentang murid-murid-Nya, ”Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” (Yoh 17:16). Mereka yang sungguh-sungguh menjadi milik Kristus dan menjadi bagian dari Gereja-Nya telah memisahkan diri mereka dari dunia, Rasul Yohanes menulis, ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” (1Yoh 2:15). Panggilan Roh sangatlah jelas: ”Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, ... dan janganlah menjamah apa yang najis, ... Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki- laki dan anak-anak-Ku perempuan” (2Kor 6:17-18).
Kristus bersyafaat bagi kita. Ia berkata, ”Kuduskanlah mereka!” Karya pengudusan hanya dapat dikerjakan dalam hidup kita apabila kita menundukkan diri kita kepada Roh Kudus. Pengudusan merupakan sebuah menifestasi supernatural dari Allah yang kudus dan benar dalam kehidupan setiap orang yang bersedia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia. Pengudusan adalah sebuah proses yang terjadi hanya apabila kita bersedia memisahkan diri kita dari dunia dan mempersembahkan diri kita sepenuhnya, seperti yang Kristus lakukan, untuk penggenapan maksud ilahi Allah.
Kita tidak lagi menjadi milik dunia. Kita adalah Gereja yang dipilih, dikuduskan dan dipisahkan bagi Allah yang hidup! Kita tidak lagi menjadi milik kita sendiri, dan kita tidak boleh lagi hidup untuk menyenangkan diri kita sendiri. Kita telah dibeli dengan harga yang sangat mahal, dan kita sekarang menjadi milik Kristus sepenuhnya.
Kita adalah hamba dari Raja segala raja yang Mahamulia dan Tuhan atas segala tuan! Kita telah ditandai oleh Allah, yang dipilih, dipisahkan dan diurapi oleh Roh Kudus untuk menggenapi maksud ilahi-Nya. Janganlah mau ditipu. Kristus datang untuk satu Mempelai Wanita yang murni dan tanpa cela, yang kudus dan sama sekali dipisahkan bagi diri-Nya. Kristus telah memberikan diri-Nya bagi Gereja, ”Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (Ef 5:27).
Saatnya telah tiba bagi kita Umat Allah untuk mempraktikan apa yang telah diajarkan oleh Kebenaran Firman Allah dan berseru ” Kuduskanlah Kami dan pakailah Kami bagi Tujuan ilahi-Mu. ” (AH)


