PERUT buncit, merupakan momok menakutkan bagi kaum hawa. Tak hanya berimbas pada penampilan saja. Namun, dapat pula mengganggu kesehatan, terutama jantung.
Gaya hidup serbamodern sering dijadikan alasan mengapa orang zaman sekarang tidak suka berolahraga. Tak ayal, membuat penumpukan lemak di bawah perut tidak bisa terelakkan.
Untuk Anda yang tak ingin berperut buncit, lebih sering berolah tubuh dapat mengurangi risiko penumpukan lemak di perut. Usaha lain yang dapat ditempuh ialah mengurangi makanan berlemak atau yang berbasis karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie, roti, kue-kue manis.
Langkah tersebut dilakukan agar Anda tak memiliki perut yang buncit. Pasalnya, dengan kondisi tersebut dapat mengundang beragam macam penyakit.
Berdasarkan berita yang dirangkum dari Mayolin Clinic, berat badan berlebih (obesitas) disinyalir dapat menjadi penyebab penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, serta kanker.
"Lemak berlebih pada perut, lebih berbahaya untuk kesehatan tubuh dibandingkan dengan lemak yang menumpuk di bagian pinggang atau paha," ujar Michael Jensen, M.D., Endocrinology Specialist Mayo Clinic, Rochester, Minn.
Kelebihan lemak di bagian perut seringkali dihubungkan dengan pengerasan pembuluh arteri. Karena itulah orang obesitas lebih berpotensi besar menderita penyakit jantung.
Jika Anda merasa bobot tubuh sudah ideal, namun perut masih buncit. Itu pertanda bahwa lemak di sekitar perut masih nyaman tinggal. Olahraga rutin, dan fokuskan latihan pada pembentukan otot perut adalah jurus jitu mengubah lemak di perut jadi otot.
Siap mengucapkan selamat tinggal untuk perut buncit Anda?
Sumber: Okezone


